MIMPI KURANG ENAK DINIKMATI
Waw..!! pagi ini cerah banget tapi langitnya gelap..keren euy, udah ah bosen,aku menutup jendela yang dari tadi gk bisa kebuka-buka,hohoho..dengan semangat ’45 yang membara aku berniat buat membereskan kasur,pas udah selesai,aku ngeliat di bawah kasur ada kertas yg lusuh,gak keurus,kusam,kotor dan sebagainya…penasaran,aku deketin pelan2 dan semoga usahaku ini bs berjalan dengan lancar dan gak ada acara ditolak*engga deng*,aku ambil kertas itu..pas aku buka..jreng..jreng..dengan gagah tulisan itu terpampang di atas bagian keras itu “TUGAS LIBURAN”..”Hah.?oow..mati aku,,alaah kenapa kau baru muncul sekarang?lantas apa yang terjadi nanti?”*lho?.. *aku melongo menunggu lalat masuk ke mulut(jiah..) au ah pusing..udah hepi-hepi pas liburan,tau-taunya ada yang ketinggalan…biarin lah,liburan masih satu minggu lagi ini..aku udah mulai tenang,karena sekarang aku dan teman2 mau jalan-jalan ke mall,tanpa diundang nongol di hp ku suara cody simpson yang menandakan datangnya sms di hapeku “lola,kita semua udah di dpn gang rumah lu,cepetan ya..!”jeeh,kawan-kawanku memang baek,abis itu aku bales deh”iya loli..sabar!, kan KATANYA lu anak yg sabar*preet” sip lah..aku turun dari kamar ku yg ada di lantai hdmhci(bacanya 2),,kita pergi dengan tenang dan pulang dengaaan…ketakutan,pasti nyampe rumah bakalan di marahin karena pulangnya kemaleman..gak papa lah..yang penting hepii.6 hari kemudian..wadow..sialan,lali aku,padahal tugas-tugas kan belum pada di kerjain,tinggal 1 hari lagi..aku langsung bangun dari kasurku yang (gak) rapih.langsung cari di internet..untung aja langsung dapet,di print sekarang aja deh..dan resenya.printernya rusak..mau gak mau ya harus ke warnet deket rumah deh.pas nyampe di sana,rame bgt..untung udah ce-esan sm abangnya,asekasek..aku dapet computer punya abangnya deh..aku langsung lari ke rumah ngerjain tugas yang lain..capek banget kalo udah begini.kaga mau kayak gini lagi lah..capek hati,walupun udah selesai tapi kan ini gak semaksimal yang mungkin temen-temen udah buat..besoknya,pas guru meriksa tugas-tugas..aku dimarahin abis-abisan,karena semua materi yg aku kerjain itu keliru alias salah deh..melas banget sih saya..*menatapi nasib*tapi aku bingung banget..perasaan baru aja ngos-ngosan dimarahin dan dihukum,kok sekarang seger bgt,backsoundnya enak lagi,,”HEH,BANGUN KEBO,KERJAANNYA TIDUR MULU LU..”kata kaka’ku sambil dngerin lagu ne-yo and nyiram aku dengan air sirop. ”cih..jadi dari tadi cuma mimpi.?beuh..udah deg-degan setengah mati..”(batinku dalam hati)untuung aja semua hanya mimpi..makanya kalo mimpi yang enak-enak kayak gue dong.!!”dih..gaje bgt kaka’ aku.. Ya udah lah kaga papa,lain kali harusnya aku berdoa dulu sebelum molor,ada hubungannya kali ya…
By : achmad sulaiman
Sabtu, 25 September 2010
Kamis, 03 Juni 2010
BAGAN IBD BAB 11
Achmad Sulaiman
1ka26
IBD 11
16109877
11
IBD
MANUSIA DAN HARAPAN
A. Pengertian Harapan
a. Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi.
b. Arti harapan adalah sesuatu yang diinginkan pada setiap orang yang menyangkut masa depan.
Persamaan antara harapan dan cita-cita
Keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud.
Umumnya cita-cita dan harapan orang menginginkan hal yang lebih baik.
B. Apa sebab manusia mempunyai harapan ?
Manusia setiap lahir kedunia langsung mendapatkan pergaulan dari suatu keluarga atau juga masyarakat lainnya.
Dorongan kodrat
Kodrat ialah sifat atau keadaan yang sudah ada sejak lahir. Contoh: menangis, gembira, berpikir, dan sebagainya
Kodrat terdapat pada tumbuhan dan binatang karena perlu makan dan minum.
Manusia kodratnya mana yang baik dan mana pula yang buruk.
Dengan kodrat manusia mempunyai harapan yang ingin dicapai cita-citanya.
Dorongan kebutuhan hidup, antara lain:
• Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang dibutuhkan oleh keseharian kita. Misalnya: makan, minum, pakaian, rumah, dan lain-lain.
• Kebutuhan rohani adalah kebutuhan bathin. Misalnya: agama, ketenangan jiwa.
Menurut Abraham Moscow sesuai dengan kodrat harapan manusia atau kebutuhan manusia adalah:
a. Kelangsungan hidup (survival)
b. Keamanan (Safety)
c. Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
d. Diakui lingkungan (status)
e. Perwujudan cita- cita (self actualization)
Kelangsungan hidup, antara lain:
a. Sandang adalah kebutuhan manusia yang berguna untuk melindungi dirinya seperti pakaian, dan lainnya.
b. Pangan adalah kebutuhan manusia mewliputi kebutuhan sehari-hari seperti makan minum dan sebagainya.
c. Papan adalah kebutuahan hidup manusia untuk berlindung setiap harinya contohnya rumah.
Keamanan
Setiap manusia ingin aman dan AGAMA adalah benteng untuk menjalani hidup.
Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai.
Biasanya manusia ingin dicintai oleh orang lain saat menginjak remaja.
Status
Status adalah harga diri yang dimiliki oleh setiap orang yang telah melekat pada dirinya. Contohnya: bila ada orang yang berprestasi maka orang itu mempunyai status lebih tinggi dari orang sekitarnya.
Perwujudan cita-cita
Setiap manusia sesuai dengan keahliannya cita-citanya yang juga dapat mengembangkan bakat atau pintar.
Perwujudan cita-cita
Kepercayaan berasal dari kata percaya, yang berarti artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran.
Kebenaran yang dapat diwahyukan artinya diberitahukan oleh Tuhan langsung ataupun tak langsung kepada manusia. Contohnya: Kepercayaan terhadap tugas yang dibebankan kepada seseorang.
Kebenaran merupakan ajaran yang diajarkan di setiap agama di dunia.
Kebenaran merupakan kunci kebahagiaan dari semua orang.
Kebenaran menurut Dr. Yuyun Sumantri
1. Teori atau teori konsistensi
Yaitu suatu pernyataan yang dianggap benar bila pernyataan itu betrsifat koherensi atau konsisten.
2. Teori korespondensi
Yaitu suatu teori yang menjalankan bahwa suatu pernyataan benar dan juga berhubungan dengan objek yang dituju.
3. Teori Pragmatis
Yaitu kebenaran yang diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.
C. Berbagai kepercayaan dan usaha meningkatkannya
1. Kepercayaan kepada diri sendiri
Ini ditanamkan pada diri manusia yang memang harus diteguhkan dihati.
2. Kepercayaan kepada orang lain
Ini merupakan kepercayaan terhadap saudara atau orang disekitar kita.
3. Kepercayaan kepada pemerintah
Pandangan demoktratis adalah kedaulatan rakyat yang hanya sebagai ketuhanan totalitas yang ada disebut negara totaliter. Negara yang maasyarakatnya tidak mempunyai hak disebutnegara diktaktor.
4. Kepercayaan kepada Tuhan
Kepercayaan ini amat penting karena merupakan tali penghubung yang mengalir daya kekuatan.
Usaha manusia untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, yaitu:
a. Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah.
b. Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat.
c. Meningkatkan kecintaan kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan dan sebagainya.
d. Mengurangi nafsu untuk mengumpulkan harta yang berlebihan.
e. Menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya.
1ka26
IBD 11
16109877
11
IBD
MANUSIA DAN HARAPAN
A. Pengertian Harapan
a. Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi.
b. Arti harapan adalah sesuatu yang diinginkan pada setiap orang yang menyangkut masa depan.
Persamaan antara harapan dan cita-cita
Keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud.
Umumnya cita-cita dan harapan orang menginginkan hal yang lebih baik.
B. Apa sebab manusia mempunyai harapan ?
Manusia setiap lahir kedunia langsung mendapatkan pergaulan dari suatu keluarga atau juga masyarakat lainnya.
Dorongan kodrat
Kodrat ialah sifat atau keadaan yang sudah ada sejak lahir. Contoh: menangis, gembira, berpikir, dan sebagainya
Kodrat terdapat pada tumbuhan dan binatang karena perlu makan dan minum.
Manusia kodratnya mana yang baik dan mana pula yang buruk.
Dengan kodrat manusia mempunyai harapan yang ingin dicapai cita-citanya.
Dorongan kebutuhan hidup, antara lain:
• Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang dibutuhkan oleh keseharian kita. Misalnya: makan, minum, pakaian, rumah, dan lain-lain.
• Kebutuhan rohani adalah kebutuhan bathin. Misalnya: agama, ketenangan jiwa.
Menurut Abraham Moscow sesuai dengan kodrat harapan manusia atau kebutuhan manusia adalah:
a. Kelangsungan hidup (survival)
b. Keamanan (Safety)
c. Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
d. Diakui lingkungan (status)
e. Perwujudan cita- cita (self actualization)
Kelangsungan hidup, antara lain:
a. Sandang adalah kebutuhan manusia yang berguna untuk melindungi dirinya seperti pakaian, dan lainnya.
b. Pangan adalah kebutuhan manusia mewliputi kebutuhan sehari-hari seperti makan minum dan sebagainya.
c. Papan adalah kebutuahan hidup manusia untuk berlindung setiap harinya contohnya rumah.
Keamanan
Setiap manusia ingin aman dan AGAMA adalah benteng untuk menjalani hidup.
Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai.
Biasanya manusia ingin dicintai oleh orang lain saat menginjak remaja.
Status
Status adalah harga diri yang dimiliki oleh setiap orang yang telah melekat pada dirinya. Contohnya: bila ada orang yang berprestasi maka orang itu mempunyai status lebih tinggi dari orang sekitarnya.
Perwujudan cita-cita
Setiap manusia sesuai dengan keahliannya cita-citanya yang juga dapat mengembangkan bakat atau pintar.
Perwujudan cita-cita
Kepercayaan berasal dari kata percaya, yang berarti artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran.
Kebenaran yang dapat diwahyukan artinya diberitahukan oleh Tuhan langsung ataupun tak langsung kepada manusia. Contohnya: Kepercayaan terhadap tugas yang dibebankan kepada seseorang.
Kebenaran merupakan ajaran yang diajarkan di setiap agama di dunia.
Kebenaran merupakan kunci kebahagiaan dari semua orang.
Kebenaran menurut Dr. Yuyun Sumantri
1. Teori atau teori konsistensi
Yaitu suatu pernyataan yang dianggap benar bila pernyataan itu betrsifat koherensi atau konsisten.
2. Teori korespondensi
Yaitu suatu teori yang menjalankan bahwa suatu pernyataan benar dan juga berhubungan dengan objek yang dituju.
3. Teori Pragmatis
Yaitu kebenaran yang diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.
C. Berbagai kepercayaan dan usaha meningkatkannya
1. Kepercayaan kepada diri sendiri
Ini ditanamkan pada diri manusia yang memang harus diteguhkan dihati.
2. Kepercayaan kepada orang lain
Ini merupakan kepercayaan terhadap saudara atau orang disekitar kita.
3. Kepercayaan kepada pemerintah
Pandangan demoktratis adalah kedaulatan rakyat yang hanya sebagai ketuhanan totalitas yang ada disebut negara totaliter. Negara yang maasyarakatnya tidak mempunyai hak disebutnegara diktaktor.
4. Kepercayaan kepada Tuhan
Kepercayaan ini amat penting karena merupakan tali penghubung yang mengalir daya kekuatan.
Usaha manusia untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, yaitu:
a. Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah.
b. Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat.
c. Meningkatkan kecintaan kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan dan sebagainya.
d. Mengurangi nafsu untuk mengumpulkan harta yang berlebihan.
e. Menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya.
BAGAN IBD BAB 10
Achmad Sulaiman
1ka26
IBD 9
16109877
10
MANUSIA DAN KEGELISAHAN
A.Pengertian Kegelisahan
Kegelisahan dari kata gelisah, berarti tidak tentram hatinya, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang dikhawatirkan seseorang yang tidak tenang tingkah laku, tidak sabar, ataupun cemas.
Menurut ahli psikoanalisa
a. Kecemasan obyektif
Tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar.
b. Kecemasan neoritis (syaraf)
tentang naluriah, yakni:
1. Kecemasan yang timbul karena penyesuaian lingkungan.
2. Bentuk ketakutan yang tegang dan irrasional (phobia).
3. Rasa takut lain ialah rasa gugup, gagap, dan sebagainya.
c. Kecemasan moril
Sebagai pribadi seseorang (iri hati, benci, dendam, dengki, marah, gelisah dan cinta.
B. Sebab-sebab orang gelisah
Adanya orang takut kehilangan hak-haknya. Ancaman dari dalam dan luar.
C. Usaha-usaha mengatasi kegelisahan
Mengatasi pertama-tama harus mulai dari diri kita sendiri, bersikap tenang. Dengan sikap tenang dapat berpikir tenang, sehingga kesulitan mengatasinya.
D. Keterasingan
Keterasingan dari kata terasing, kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti tersisihkan dari pergaulan, terpindah atau terpencil.
E. Kesepian
Kesepian berasal dari kata sunyi yang berarti tidak berteman.
F. Ketidakpastian
Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, dan tanpa asal usul yang jelas.
G. Sebab-sebab terjadi ketidakpastian
1. Obsesi
Obsesi merupakan gejala neurosa jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus menerus, biasanya hal yang tidak menyenangkan yang tidak diketahui oleh penderita.
2. Phobia
Rasa ketakutan, yang merupakan pengingatan kejadian yang tidak tahu sebabnya.
3. Kompulasi
Ialah adanya keraguan pekerjaan yang telah dikerjakan.
4. Hysteria
Ialah neurosa jiwa yang disebabkan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, dan kelemahan syaraf.
5. Delusi
Menunjukan pikiran yang tidak beres, keyakinan palsu.
• Delusi persekusi : Menganggap keadaan sekitarnya jelek.
• Delusi keagungan : Menganggap dirinya orang penting dan besar.
• Delusi melancholis : Merasa dirinya hina, bersalah, dan berdosa.
6. Halusinasi
Khayalan yang terjadi tanpa panca indera.
7. Keadaan emosi
Keadaan yang sangat berpengaruh pada emosinya, sehingga tampak pada keseluruhan pribadinya.
H. Usaha-usaha penyembuhan ketidakpastian
Untuk dapat menyembuhkan keadaan ini tergantung kepada si penderita. Andaikata penyebabnya telah diketahui, kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila hal itu terjadi, maka jalan yang paling baik penderita ialah diajak atau pergi sendiri ke psikolog.
1ka26
IBD 9
16109877
10
MANUSIA DAN KEGELISAHAN
A.Pengertian Kegelisahan
Kegelisahan dari kata gelisah, berarti tidak tentram hatinya, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang dikhawatirkan seseorang yang tidak tenang tingkah laku, tidak sabar, ataupun cemas.
Menurut ahli psikoanalisa
a. Kecemasan obyektif
Tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar.
b. Kecemasan neoritis (syaraf)
tentang naluriah, yakni:
1. Kecemasan yang timbul karena penyesuaian lingkungan.
2. Bentuk ketakutan yang tegang dan irrasional (phobia).
3. Rasa takut lain ialah rasa gugup, gagap, dan sebagainya.
c. Kecemasan moril
Sebagai pribadi seseorang (iri hati, benci, dendam, dengki, marah, gelisah dan cinta.
B. Sebab-sebab orang gelisah
Adanya orang takut kehilangan hak-haknya. Ancaman dari dalam dan luar.
C. Usaha-usaha mengatasi kegelisahan
Mengatasi pertama-tama harus mulai dari diri kita sendiri, bersikap tenang. Dengan sikap tenang dapat berpikir tenang, sehingga kesulitan mengatasinya.
D. Keterasingan
Keterasingan dari kata terasing, kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti tersisihkan dari pergaulan, terpindah atau terpencil.
E. Kesepian
Kesepian berasal dari kata sunyi yang berarti tidak berteman.
F. Ketidakpastian
Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, dan tanpa asal usul yang jelas.
G. Sebab-sebab terjadi ketidakpastian
1. Obsesi
Obsesi merupakan gejala neurosa jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus menerus, biasanya hal yang tidak menyenangkan yang tidak diketahui oleh penderita.
2. Phobia
Rasa ketakutan, yang merupakan pengingatan kejadian yang tidak tahu sebabnya.
3. Kompulasi
Ialah adanya keraguan pekerjaan yang telah dikerjakan.
4. Hysteria
Ialah neurosa jiwa yang disebabkan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, dan kelemahan syaraf.
5. Delusi
Menunjukan pikiran yang tidak beres, keyakinan palsu.
• Delusi persekusi : Menganggap keadaan sekitarnya jelek.
• Delusi keagungan : Menganggap dirinya orang penting dan besar.
• Delusi melancholis : Merasa dirinya hina, bersalah, dan berdosa.
6. Halusinasi
Khayalan yang terjadi tanpa panca indera.
7. Keadaan emosi
Keadaan yang sangat berpengaruh pada emosinya, sehingga tampak pada keseluruhan pribadinya.
H. Usaha-usaha penyembuhan ketidakpastian
Untuk dapat menyembuhkan keadaan ini tergantung kepada si penderita. Andaikata penyebabnya telah diketahui, kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila hal itu terjadi, maka jalan yang paling baik penderita ialah diajak atau pergi sendiri ke psikolog.
Minggu, 16 Mei 2010
BAGAN IBD BAB 9
Achmad Sulaiman
1ka26
IBD 9
16109877
9
IBD
MANUSIA DAN TANGGUNGJAWAB
1. Pengertian TanggungJawab
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia tentang tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung jawab berarti sebagai perbuatan atau kewajibannya.
2. Macam-macam Tanggung Jawab
• Tanggungjawab terhadap diri sendiri
Manusia menyadari akan adanya tanggung jawab terhadap kewajibannya dalam kepribadiannya sebagai manusia pribadi. Dan bisa memecahkan masalahnya sendiri maupun apa yang harus dilakukan.
• Tanggungjawab Kepada Bangsa dan Negara
Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat sesuai norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Bila manusia berbuat salah maka harus tanggungjawab terhadap negara.
• Tanggungjawab terhadap Tuhan
Manusia diciptakan bukan tanpa tanggungjawab tetapi manusia mempunyai rasa tanggungjawab terhadap tuhan langsung. Sehingga tidak lepas dari hukumannya sesuai dengan kitab suci dari berbagai macam agama.
• Tanggungjawab terhadap keluarga
Setiap anggota keluarga harus tanggung jawab dalam menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggungjawab ini juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehiudupan.
• Tanggungjawab terhadap masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak dapat hidup tanpa orang lain, sesuai kedudukan manusia adalah makhluk sosial. Dan manusia merupakan kedudukan sebagai anggota masyarakat agar dapat hidup dalam masyarakat tersebut.
3. Pengabdian dan Pengorbanan
• Pengabdian
Pengabdian adalah perwujudan yang baik dalam kesetiaan, cinta kasih, kasih saying, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian pada hakekatnya tanggungjawab. Apbila manusia bekerja keras seharian maka dia sudah mengabdi terhadap keluarganya.
• Pengorbanan
Pengorbanan yaitu persembahan, sehingga merupakan kebaktian. Pengorbanan bersifat kebaktian mengandung unsur ikhlas yang mengandung pamrih.
1ka26
IBD 9
16109877
9
IBD
MANUSIA DAN TANGGUNGJAWAB
1. Pengertian TanggungJawab
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia tentang tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung jawab berarti sebagai perbuatan atau kewajibannya.
2. Macam-macam Tanggung Jawab
• Tanggungjawab terhadap diri sendiri
Manusia menyadari akan adanya tanggung jawab terhadap kewajibannya dalam kepribadiannya sebagai manusia pribadi. Dan bisa memecahkan masalahnya sendiri maupun apa yang harus dilakukan.
• Tanggungjawab Kepada Bangsa dan Negara
Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat sesuai norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Bila manusia berbuat salah maka harus tanggungjawab terhadap negara.
• Tanggungjawab terhadap Tuhan
Manusia diciptakan bukan tanpa tanggungjawab tetapi manusia mempunyai rasa tanggungjawab terhadap tuhan langsung. Sehingga tidak lepas dari hukumannya sesuai dengan kitab suci dari berbagai macam agama.
• Tanggungjawab terhadap keluarga
Setiap anggota keluarga harus tanggung jawab dalam menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggungjawab ini juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehiudupan.
• Tanggungjawab terhadap masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak dapat hidup tanpa orang lain, sesuai kedudukan manusia adalah makhluk sosial. Dan manusia merupakan kedudukan sebagai anggota masyarakat agar dapat hidup dalam masyarakat tersebut.
3. Pengabdian dan Pengorbanan
• Pengabdian
Pengabdian adalah perwujudan yang baik dalam kesetiaan, cinta kasih, kasih saying, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian pada hakekatnya tanggungjawab. Apbila manusia bekerja keras seharian maka dia sudah mengabdi terhadap keluarganya.
• Pengorbanan
Pengorbanan yaitu persembahan, sehingga merupakan kebaktian. Pengorbanan bersifat kebaktian mengandung unsur ikhlas yang mengandung pamrih.
Kamis, 22 April 2010
BAGAN IBD BAB 8
Achmad Sulaiman
1ka26
IBD 8
16109877
8
IBD
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
A. Pengertian Pandangan Hidup
Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang jadi pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup didunia berdasarkan pengalaman sejarah dalam waktu dan tempat hidupnya.
Pandanagan hidup menurut asalnya :
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama, yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
2. Pandangan hidup yang berupa ideology, yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
3. Pandangan hidup hasil renungan, yaitu pandangan hidup yang ada benarnya.
Pandangan hidup ada 4 unsur-unsur, yaitu :
1. Cita-cita apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan.
2. Kebijakan segala hal yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai dan tentram.
3. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan.
4. Keyakinan atau kepercayaan, merupakan hal terpenting dalam hidup manusia.
B. Cita-cita
Cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan, yang selalu ada dalam pikiran. Cita-cita merupakan pandngan masa depan dan pandangan hidup dimasa yang akan datang.
Ada 3 faktor dalam menentukan cita-cita atau tidak mencapai :
1. Manusiannya yang memiliki cita-cita;
2. Kondisi yang dihadapi selama mencapai apa yang dicita-citakan;
3. Seberapa tinggi cita-cita yang hendak dicapai.
Faktor yang menentukan cita-cita:
Faktor manusia yang merupakan untuk mencapai cita-cita ditentukan oleh khualitas manusia. Kerja keras merupakan faktor yang berpengaruh dalam mencapai cita-cita jika berhasil akan mendapat kepuasan tersendiri.
Faktor kondisi merupakan faktor yang mempengaruhi cita-cita, pada umumnya dapat dikatakan menguntungkan dan yang menghambat. Faktor yang menguntungkan faktor yang memperlancar cita-cita yang akan dicapai sedangkan faktor yang menghambat merupakan kondisi yang merintangi.
Faktor tingginya cita-cita merupakan faktor ketiga dalam mencapai cita-cita. Maka cita-cita harus dicapai dengan penuh pertimbangan perhitungan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki sesuai dengan kondisi yang dilalui. Cita-cita tidak hanya dimiliki oleh individu tetapi dimiliki oleh masyarakat bangsa dan negara.
C. Kebijakan
Kebijakan atau kebaikan adalah suatu perbuatan yang mendatangkan kesenangan bagi diri sendiri maupun orang lain. Kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika.
Manusia berbuat baik karena pada hakekatnya manusia itu baik. Makhluk bermoral atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik. Manusia adalah sebuah pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan. Kedua unsure tersebut terpisah bila manusia meninggal. Manusia mempunyai kepribadian oleh karena itu ia mempunyai pendapat sendirian ia mencintai dirinya, perasaannya dan cita-citanya.
Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Manusia membutuhkan orang lain untuk dapat bertahan hidup.
Untuk dapat melihat kebajikan kita harus melihat dari 3 segi, yaitu :
1. Manusia sebagai makhluk pribadi,
2. Manusia sebagai anggota masyarakat, dan
3. Manusia sebagai makhluk Tuhan.
Suara hati adalah semacam bisikan untuk menimbangkan mana yang bai dan buruknya dalam suatu perbuatan. Jadi suara hati merupakan hakim dalam diri sendiri. Sebab itu suara hati sangat penting dalam kehidupan manusia.
Kebajikan adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan Tuhan.
Kebijakan berarti :
1. Berkata sopan,
2. Santun,
3. Berbahasa baik,
4. Bertingkah laku baik,
5. Ramah tamah terhadap siapapun,
6. Berpakaian sopan agar tidak merangsang bagi yang melihatnya.
D. Usaha dan Perjuangan
Usaha dan perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Sebagian hidup manusia adalah usaha atau berusaha. Apabila manusia ingin kaya maka ia harus kerja keras. Kerja keras dapat dilakukan dengan otak maupun tenaga atau jasmani bahkan keduanya.
Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Sebaliknya pemalas membuat amanusia iri, miskin, dan melarat bahkan menjatuhkan martabat sebagai manusia.
Manusia mempunyai rasa kebersamaan dan kasih sayang maka ketidakmampuan peningkatan kekeluargaan.
E. Keyakinan atau Kepercayaan
Keyakinan atau kepercayaan berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan.
Menurut Prof. Dr. Harum Nasution, ada 3 aliran filsafat, yaitu:
a. Aliran Naturalisme, Aliran ini adalah kekuatan gaib dari nature dan itulah ciptaan Tuhan, Bagi percaya pada Tuhan itulah kekuasaan tertinggi dan manusia mengabdi pada Tuhan berdasarkan ajarannya.
Ajaran Agama dibagi 2 macam, yaitu:
1. Ajaran agama yang dogmatis, yang disampaikan Tuhan melalui ajaran para nabi.
2. Ajaran agama dari pemuka agama, yaitu sebagai hasil pemikiran manusia sifatnya relatif.
b. Aliran Intelektualisme, Logika atau akal. Akal berarti qolbu yang berpusat dihati, sehingga timbullah istilah “hati nurani” artinya daya rasa. Jadi pandangan hidup ini dilandasi oleh keyakinan kebenaran yang diterima oleh akal.
c. Aliran Gabungan, dasar aliran ini adalah perbuatan gaib dan akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, sedangkan akal adalah dasar kebudayaan yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Maka akan timbul 2 kemungkinan pandangan hidup yaitu :
1. Pandangan hidup sosialisme, mengutamakan logika berfikir dari hati nurani,
2. Sosialisme religius, mengutamakan kedua-duanya.
F. Langkah-langkah berpandangan hidup yang baik, yaitu :
1. Mengenal, merupakan suatu kodrat bagi manusia dan tahap hidup pertama dari setiap individu. Sebagai seorang muslim kita mengenal pandangan hidup yaitu alqur’an dan hadist serta ijamak ulama yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
2. Mengerti, mengerti yang ada disini merupakan mengerti tentang pandangan hidup.
3. Menghayati, dalam pandangan hidup dapat dilakukan memperluas dan memperdalam pengetahuan tentang pandangan hidup.
4. Meyakini, merupakan suatu hal yang cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai tujuan hidupnya.
5. Mengabdi, merupakan suatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya sendiri lebih dari orang lain.
6. Mengamankan, merupakan langkah terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu.
1ka26
IBD 8
16109877
8
IBD
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
A. Pengertian Pandangan Hidup
Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang jadi pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup didunia berdasarkan pengalaman sejarah dalam waktu dan tempat hidupnya.
Pandanagan hidup menurut asalnya :
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama, yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
2. Pandangan hidup yang berupa ideology, yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
3. Pandangan hidup hasil renungan, yaitu pandangan hidup yang ada benarnya.
Pandangan hidup ada 4 unsur-unsur, yaitu :
1. Cita-cita apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan.
2. Kebijakan segala hal yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai dan tentram.
3. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan.
4. Keyakinan atau kepercayaan, merupakan hal terpenting dalam hidup manusia.
B. Cita-cita
Cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan, yang selalu ada dalam pikiran. Cita-cita merupakan pandngan masa depan dan pandangan hidup dimasa yang akan datang.
Ada 3 faktor dalam menentukan cita-cita atau tidak mencapai :
1. Manusiannya yang memiliki cita-cita;
2. Kondisi yang dihadapi selama mencapai apa yang dicita-citakan;
3. Seberapa tinggi cita-cita yang hendak dicapai.
Faktor yang menentukan cita-cita:
Faktor manusia yang merupakan untuk mencapai cita-cita ditentukan oleh khualitas manusia. Kerja keras merupakan faktor yang berpengaruh dalam mencapai cita-cita jika berhasil akan mendapat kepuasan tersendiri.
Faktor kondisi merupakan faktor yang mempengaruhi cita-cita, pada umumnya dapat dikatakan menguntungkan dan yang menghambat. Faktor yang menguntungkan faktor yang memperlancar cita-cita yang akan dicapai sedangkan faktor yang menghambat merupakan kondisi yang merintangi.
Faktor tingginya cita-cita merupakan faktor ketiga dalam mencapai cita-cita. Maka cita-cita harus dicapai dengan penuh pertimbangan perhitungan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki sesuai dengan kondisi yang dilalui. Cita-cita tidak hanya dimiliki oleh individu tetapi dimiliki oleh masyarakat bangsa dan negara.
C. Kebijakan
Kebijakan atau kebaikan adalah suatu perbuatan yang mendatangkan kesenangan bagi diri sendiri maupun orang lain. Kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika.
Manusia berbuat baik karena pada hakekatnya manusia itu baik. Makhluk bermoral atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik. Manusia adalah sebuah pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan. Kedua unsure tersebut terpisah bila manusia meninggal. Manusia mempunyai kepribadian oleh karena itu ia mempunyai pendapat sendirian ia mencintai dirinya, perasaannya dan cita-citanya.
Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Manusia membutuhkan orang lain untuk dapat bertahan hidup.
Untuk dapat melihat kebajikan kita harus melihat dari 3 segi, yaitu :
1. Manusia sebagai makhluk pribadi,
2. Manusia sebagai anggota masyarakat, dan
3. Manusia sebagai makhluk Tuhan.
Suara hati adalah semacam bisikan untuk menimbangkan mana yang bai dan buruknya dalam suatu perbuatan. Jadi suara hati merupakan hakim dalam diri sendiri. Sebab itu suara hati sangat penting dalam kehidupan manusia.
Kebajikan adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan Tuhan.
Kebijakan berarti :
1. Berkata sopan,
2. Santun,
3. Berbahasa baik,
4. Bertingkah laku baik,
5. Ramah tamah terhadap siapapun,
6. Berpakaian sopan agar tidak merangsang bagi yang melihatnya.
D. Usaha dan Perjuangan
Usaha dan perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Sebagian hidup manusia adalah usaha atau berusaha. Apabila manusia ingin kaya maka ia harus kerja keras. Kerja keras dapat dilakukan dengan otak maupun tenaga atau jasmani bahkan keduanya.
Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Sebaliknya pemalas membuat amanusia iri, miskin, dan melarat bahkan menjatuhkan martabat sebagai manusia.
Manusia mempunyai rasa kebersamaan dan kasih sayang maka ketidakmampuan peningkatan kekeluargaan.
E. Keyakinan atau Kepercayaan
Keyakinan atau kepercayaan berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan.
Menurut Prof. Dr. Harum Nasution, ada 3 aliran filsafat, yaitu:
a. Aliran Naturalisme, Aliran ini adalah kekuatan gaib dari nature dan itulah ciptaan Tuhan, Bagi percaya pada Tuhan itulah kekuasaan tertinggi dan manusia mengabdi pada Tuhan berdasarkan ajarannya.
Ajaran Agama dibagi 2 macam, yaitu:
1. Ajaran agama yang dogmatis, yang disampaikan Tuhan melalui ajaran para nabi.
2. Ajaran agama dari pemuka agama, yaitu sebagai hasil pemikiran manusia sifatnya relatif.
b. Aliran Intelektualisme, Logika atau akal. Akal berarti qolbu yang berpusat dihati, sehingga timbullah istilah “hati nurani” artinya daya rasa. Jadi pandangan hidup ini dilandasi oleh keyakinan kebenaran yang diterima oleh akal.
c. Aliran Gabungan, dasar aliran ini adalah perbuatan gaib dan akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, sedangkan akal adalah dasar kebudayaan yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Maka akan timbul 2 kemungkinan pandangan hidup yaitu :
1. Pandangan hidup sosialisme, mengutamakan logika berfikir dari hati nurani,
2. Sosialisme religius, mengutamakan kedua-duanya.
F. Langkah-langkah berpandangan hidup yang baik, yaitu :
1. Mengenal, merupakan suatu kodrat bagi manusia dan tahap hidup pertama dari setiap individu. Sebagai seorang muslim kita mengenal pandangan hidup yaitu alqur’an dan hadist serta ijamak ulama yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
2. Mengerti, mengerti yang ada disini merupakan mengerti tentang pandangan hidup.
3. Menghayati, dalam pandangan hidup dapat dilakukan memperluas dan memperdalam pengetahuan tentang pandangan hidup.
4. Meyakini, merupakan suatu hal yang cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai tujuan hidupnya.
5. Mengabdi, merupakan suatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya sendiri lebih dari orang lain.
6. Mengamankan, merupakan langkah terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu.
Kamis, 15 April 2010
BAGAN IBD BAB 7
Achmad Sulaiman
1ka26
IBD 7
16109877
7
IBD
MANUSIA DAN KEADILAN
A. Pengertian Keadilan
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah kedua ujian ekstrim yang telalu banyak dan sedikit.
Beberapa definisi dari keadilan adalah :
1. Plato, keadilan dikatakan adil adalah orang yang dapat mengendalikan diri, dan perasaannya dikendalikan oleh akal.
2. Socrates, memproyeksikan keadilan pada pemerintahan.
3. Kong Hu Chu, Keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, ayah, sebagai ayah, dan raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya.
Menurut pendapat umum
Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban dengan kata lain keadilan adalah keadilan dimana setiap orang memperoleh yang menjadi haknya dan menjadi kewajibannya.
B. Keadilan Sosial
• Pancasila sila kelima yang berbunyi “Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia” hal ini mengandung pengertian tidak ada kemiskian dalam Indonesia merdeka.
• Hatta menulis bahwa keadilan sosial adalah langkah yang menentukan untuk melaksanakan upaya adil dan makmur.
Perwujudan keadilan terperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yaitu:
a. Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan.
b. Sikap adil terhadap sesama.
c. Sikap suka memberi pertolongan terhadap yang membutuhkan.
d. Sikap suka bekerja keras.
e. Sikap menghargai hasil karya orang lain.
Asas terciptanya keadilan :
1. Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok.
2. Pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.
3. Pemerataan pembagian pendapatan.
4. Pemerataan kesempatan kerja.
5. Pemerataan kesempatan berusaha.
6. Pemerataan kesempatan berpatisipasi dalam pembangunan.
7. Pemerataan penyebaran pembangunan.
8. Pemerataan memperoleh keaspekan hidup.
C. Berbagai Macam Keadilan
1. Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat suatu keadilan dan hukum merupakan subtansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga suatu kedudukan masyarakat yang adil dan makmur yang merupakan sifat dasar baginya (The man behind thev guneer terdapat palto itu disebut keadilan moral sunoto menyebut keadilan legal.
2. Keadilan disributif
Aristoteles berpendapat keadilan akan terlaksana bila hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan yang tidak sama secara tidak sama (Justice is done when equals are treated equally). Pendapat Aristoteles disebut keadilan disributif.
3. Keadilan Komunatif
Keadilan bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles keadilan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tidakan yang menjadikan ujung ekstrim menjadikan ketidakadilan dan akan rusak menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
D. Kejujuran
Kejujuran atau jujur artinya uacapan orang dengan hati nurani dan sesuai dengan kenyataan. Jujur perbuatan bersih dari perbuatan laranagan agama. Orang yang tidak jujur dikatakan munafik. Jujur merupakan landasan darin kesadaran moral yang tinggi. Kesamaan adanya hak dan kewajiban. Takut mengalami kesalahan dan dosa.
Kesadaran Moral adalah kesadaran tentang diri sendiri berhadapan dengan hal baik dan
buruk. Jujur atau tidak jujur tidak dapat dipisahkan. Ketikjujuran sangat luas dengan kebutuhan manusia. Namun harus ada cara untuk menjaganya yang dipupuk. Namun demi sopan dan pendidikan seseorang diperbolehkan berkata tidak jujur sampai batas-batas yang dapat dibenarkan.
E. Kecurangan
Kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hak orang yang sudah berbuat curang untuk memperoleh keuntungan atas materi. Bagi orang yang berbuat curang menjadi kesenangan bagi dirinya meskipun orang lain menderita.
Faktor yang menjadi kecurangan antaranya:
1. Faktor Ekonomi.
2. Faktor Kebudayaan.
3. Faktor Peradaban.
4. Faktor Teknik.
Dalam buku “Filsafat Sangsekerta” Menjelaskan bahwa perbuatan yang sejenis adalah perbutan buruk.Dalam cerita pewayangan selalu ada konkret dimana orang yang buruk selalu kalah, orang yang baik tindakannya sesuai adalah baik dan yang tidak sesuai ada buruk.
Dalam buku “Filsafat Sangsekerta” Menjelaskan bahwa perbuatan yang sejenis adalah perbutan buruk.Dalam cerita pewayangan selalu ada konkret dimana orang yang buruk selalu kalah, orang yang baik tindakannya sesuai adalah baik dan yang tidak sesuai ada buruk.
Tingkah lalu sesuai kodrat manusia
a. Manusia menurut sifat yang tidak bermoral.
b. Ada aturan-aturan yang harus dipatuhi sesuai apa yang harus dipatuhi untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral.
G. Pembalasan
Pembalsan adalah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan serupa. Perbuatan yang imbang. Sebagai contoh A memberikan makanan kepada B. Dilain kesempatan B memberikan minuman kepada A. Perbuatan ini merupakan perbuatan serupa yang memperluas perbuatan pembalasan.
Pembalasan disebabkan adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang perlakuan sebalik perlakuan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula.
1ka26
IBD 7
16109877
7
IBD
MANUSIA DAN KEADILAN
A. Pengertian Keadilan
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah kedua ujian ekstrim yang telalu banyak dan sedikit.
Beberapa definisi dari keadilan adalah :
1. Plato, keadilan dikatakan adil adalah orang yang dapat mengendalikan diri, dan perasaannya dikendalikan oleh akal.
2. Socrates, memproyeksikan keadilan pada pemerintahan.
3. Kong Hu Chu, Keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, ayah, sebagai ayah, dan raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya.
Menurut pendapat umum
Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban dengan kata lain keadilan adalah keadilan dimana setiap orang memperoleh yang menjadi haknya dan menjadi kewajibannya.
B. Keadilan Sosial
• Pancasila sila kelima yang berbunyi “Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia” hal ini mengandung pengertian tidak ada kemiskian dalam Indonesia merdeka.
• Hatta menulis bahwa keadilan sosial adalah langkah yang menentukan untuk melaksanakan upaya adil dan makmur.
Perwujudan keadilan terperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yaitu:
a. Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan.
b. Sikap adil terhadap sesama.
c. Sikap suka memberi pertolongan terhadap yang membutuhkan.
d. Sikap suka bekerja keras.
e. Sikap menghargai hasil karya orang lain.
Asas terciptanya keadilan :
1. Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok.
2. Pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.
3. Pemerataan pembagian pendapatan.
4. Pemerataan kesempatan kerja.
5. Pemerataan kesempatan berusaha.
6. Pemerataan kesempatan berpatisipasi dalam pembangunan.
7. Pemerataan penyebaran pembangunan.
8. Pemerataan memperoleh keaspekan hidup.
C. Berbagai Macam Keadilan
1. Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat suatu keadilan dan hukum merupakan subtansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga suatu kedudukan masyarakat yang adil dan makmur yang merupakan sifat dasar baginya (The man behind thev guneer terdapat palto itu disebut keadilan moral sunoto menyebut keadilan legal.
2. Keadilan disributif
Aristoteles berpendapat keadilan akan terlaksana bila hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan yang tidak sama secara tidak sama (Justice is done when equals are treated equally). Pendapat Aristoteles disebut keadilan disributif.
3. Keadilan Komunatif
Keadilan bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles keadilan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tidakan yang menjadikan ujung ekstrim menjadikan ketidakadilan dan akan rusak menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
D. Kejujuran
Kejujuran atau jujur artinya uacapan orang dengan hati nurani dan sesuai dengan kenyataan. Jujur perbuatan bersih dari perbuatan laranagan agama. Orang yang tidak jujur dikatakan munafik. Jujur merupakan landasan darin kesadaran moral yang tinggi. Kesamaan adanya hak dan kewajiban. Takut mengalami kesalahan dan dosa.
Kesadaran Moral adalah kesadaran tentang diri sendiri berhadapan dengan hal baik dan
buruk. Jujur atau tidak jujur tidak dapat dipisahkan. Ketikjujuran sangat luas dengan kebutuhan manusia. Namun harus ada cara untuk menjaganya yang dipupuk. Namun demi sopan dan pendidikan seseorang diperbolehkan berkata tidak jujur sampai batas-batas yang dapat dibenarkan.
E. Kecurangan
Kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hak orang yang sudah berbuat curang untuk memperoleh keuntungan atas materi. Bagi orang yang berbuat curang menjadi kesenangan bagi dirinya meskipun orang lain menderita.
Faktor yang menjadi kecurangan antaranya:
1. Faktor Ekonomi.
2. Faktor Kebudayaan.
3. Faktor Peradaban.
4. Faktor Teknik.
Dalam buku “Filsafat Sangsekerta” Menjelaskan bahwa perbuatan yang sejenis adalah perbutan buruk.Dalam cerita pewayangan selalu ada konkret dimana orang yang buruk selalu kalah, orang yang baik tindakannya sesuai adalah baik dan yang tidak sesuai ada buruk.
Dalam buku “Filsafat Sangsekerta” Menjelaskan bahwa perbuatan yang sejenis adalah perbutan buruk.Dalam cerita pewayangan selalu ada konkret dimana orang yang buruk selalu kalah, orang yang baik tindakannya sesuai adalah baik dan yang tidak sesuai ada buruk.
Tingkah lalu sesuai kodrat manusia
a. Manusia menurut sifat yang tidak bermoral.
b. Ada aturan-aturan yang harus dipatuhi sesuai apa yang harus dipatuhi untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral.
G. Pembalasan
Pembalsan adalah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan serupa. Perbuatan yang imbang. Sebagai contoh A memberikan makanan kepada B. Dilain kesempatan B memberikan minuman kepada A. Perbuatan ini merupakan perbuatan serupa yang memperluas perbuatan pembalasan.
Pembalasan disebabkan adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang perlakuan sebalik perlakuan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula.
Jumat, 02 April 2010
BAGAN IBD BAB 6
Achmad Sulaiman
1ka26
IBD 6
16109877
6
IBD
MANUSIA DAN PENDERITAAN
A. Pengertian Penderitaan
Berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari kata sanseketa dhra. Derita adalah menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu lahir atau batin atau lahir batin.
B. Siksaan
Siksaan adalah dapat siksaan jasmani dan juga dapat siksaan jiwa dan rohani.
Siksaan yang bersifat psikis, misalnya:
a. Kebimbingan: Dilakukan pada saat ia tidak dapat menentukan pilihan ia ambil.
b. Kesepian: Dialami seseorang yang kesepian walau berada dilingkungan ramai.
c. Ketakutan: Merupakan bentuk yang menyebabkan sesorang mengalami siksaan.
Sebab seseorang merasa ketakutan:
a. Claustrophobia : takut terhadap ruangan tertutup;
b. Agorophobia : takut terhadap ruangan terbuka;
c. Gamang : takut berada ditempat ketinggian;
d. Kegelapan : takut bila berada ditempat gelap;
e. Kesakitan : takutyang disebabkan rasa sakit;
f. Kegagalan : takut akan mengalami kegagalan.
C. Kekalutan Mental
Kekalutan Mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menglami persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah kurang wajar.
Gejala-gejala mengalami kekalutan mental:
a. Nampak pada jasmani : merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung.
b. Nampak pada kejiwaan : rasa cemas, ketakutan patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Sebab seseorang merasa ketakutan:
a. Gangguan kejiwaan berada pada si penderita baik jasmani maupun rohani;
b. Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif;
c. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown).
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental:
Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna;
Terjadinya konflik sosial budaya norma, berbeda dengan yang pada masyarkat sehingga ia tidak dapat sesuai diri;
Cara pematangan batin yang salah dengan membrerikan reaksi mental yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.
Proses kekuatan mental ke arah :
a. Positif : trauma (luka jiwa), survive dalam hidup
b. Negatif : trauma diperlarutkan atau diperturutkan akhirnya frustasi.
Bentuk-bentuk frustasi :
1. Agresi : kemarahan yang meluap-luap akibat emosi tidak terkendali;
2. Regresi : kembali pada pola reaksi primitive atau kekanak-kanakan;
3. Fikrasi : pembatasan pada satu pola yang sama;
4. Proyeksi : memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif pada orang lain;
5. Identifikasi : menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dengan imajinasinya;
6. Narsisme : merasa dirinya lebih superior daripada orang lain;
7. Autisme : gejala menutup diri secara total dari dunia riil, puas dengan fantasinya sendiri.
Penderita kekalutan dalam lingkungan :
1. Kota-kota besar : yang memberikan tantangan yang berat, sehingga mereka harus memenuhi hidupnya;
2. Anak-anak muda usia : Tidak berhasil dalam kehendaknya, karena tidak seimbang kemampuan dan tujuan;
3. Wanita : Umumya mudah merasakan pernasalahan kedalam hati, tetapi sulit diungkapkan, kondisi lemah;
4. Orang yang tidak beragama : tidak memiliki keyakinan, bahwa diatas dirinya ada kekuasaan yang tinggi;
5. Orang-orang yang terlalu mengejar materi : seperti pedagang yang tidak ngoyo dalam peroleh keuntungan.
D. Penderitaan dan Perjuangan
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia melainkan juga menderita.
E. Penderitaan, Media massa, dan Seniman
Dalam kehidupan sekarang banyak terjadi penderitaan karena teknologi semakin hari semakin maju dan membuat manusia menderita. Media massa merupakan alat yang tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa penderitaan manusia secara cepat pada masyarakat. Tetapi pada seniman langsung bisa menghayati pada penderitaan yang terjadi.
F. Penderitaan dan Sebab-sebabnya
A) Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia :
• Perbuatan semena-mena kepada pembantu rumah tangga;
• Perbuatan buruk orang tua yang menganiaya anak;
• Perbuatan buruk pada pejabat zaman orde lama;
• Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungan : banjir dan tanah longsor, perbuatan lalai : gas beracun.
B) Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan :
• Seorang anak lelaki buta sejak dilahirkan;
• Nabi ayub mengalami siksaan Tuhan, tetapi sabar menerimanya;
• Tenggelamnya Fir’aun di laut Merah.
G. Pengaruh Penderitaan
Sikap penderitaan berupa sikap positif dan sikap negatif.
Sikap negatif yaitu penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri.
Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan. Sikap positif biasanya kreatif dan tidak mudah menyerah.
Apabila sikap negatif dan positif ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka para pembaca, para penonton akan memberikan penilaiannya.
1ka26
IBD 6
16109877
6
IBD
MANUSIA DAN PENDERITAAN
A. Pengertian Penderitaan
Berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari kata sanseketa dhra. Derita adalah menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu lahir atau batin atau lahir batin.
B. Siksaan
Siksaan adalah dapat siksaan jasmani dan juga dapat siksaan jiwa dan rohani.
Siksaan yang bersifat psikis, misalnya:
a. Kebimbingan: Dilakukan pada saat ia tidak dapat menentukan pilihan ia ambil.
b. Kesepian: Dialami seseorang yang kesepian walau berada dilingkungan ramai.
c. Ketakutan: Merupakan bentuk yang menyebabkan sesorang mengalami siksaan.
Sebab seseorang merasa ketakutan:
a. Claustrophobia : takut terhadap ruangan tertutup;
b. Agorophobia : takut terhadap ruangan terbuka;
c. Gamang : takut berada ditempat ketinggian;
d. Kegelapan : takut bila berada ditempat gelap;
e. Kesakitan : takutyang disebabkan rasa sakit;
f. Kegagalan : takut akan mengalami kegagalan.
C. Kekalutan Mental
Kekalutan Mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menglami persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah kurang wajar.
Gejala-gejala mengalami kekalutan mental:
a. Nampak pada jasmani : merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung.
b. Nampak pada kejiwaan : rasa cemas, ketakutan patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Sebab seseorang merasa ketakutan:
a. Gangguan kejiwaan berada pada si penderita baik jasmani maupun rohani;
b. Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif;
c. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown).
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental:
Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna;
Terjadinya konflik sosial budaya norma, berbeda dengan yang pada masyarkat sehingga ia tidak dapat sesuai diri;
Cara pematangan batin yang salah dengan membrerikan reaksi mental yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.
Proses kekuatan mental ke arah :
a. Positif : trauma (luka jiwa), survive dalam hidup
b. Negatif : trauma diperlarutkan atau diperturutkan akhirnya frustasi.
Bentuk-bentuk frustasi :
1. Agresi : kemarahan yang meluap-luap akibat emosi tidak terkendali;
2. Regresi : kembali pada pola reaksi primitive atau kekanak-kanakan;
3. Fikrasi : pembatasan pada satu pola yang sama;
4. Proyeksi : memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif pada orang lain;
5. Identifikasi : menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dengan imajinasinya;
6. Narsisme : merasa dirinya lebih superior daripada orang lain;
7. Autisme : gejala menutup diri secara total dari dunia riil, puas dengan fantasinya sendiri.
Penderita kekalutan dalam lingkungan :
1. Kota-kota besar : yang memberikan tantangan yang berat, sehingga mereka harus memenuhi hidupnya;
2. Anak-anak muda usia : Tidak berhasil dalam kehendaknya, karena tidak seimbang kemampuan dan tujuan;
3. Wanita : Umumya mudah merasakan pernasalahan kedalam hati, tetapi sulit diungkapkan, kondisi lemah;
4. Orang yang tidak beragama : tidak memiliki keyakinan, bahwa diatas dirinya ada kekuasaan yang tinggi;
5. Orang-orang yang terlalu mengejar materi : seperti pedagang yang tidak ngoyo dalam peroleh keuntungan.
D. Penderitaan dan Perjuangan
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia melainkan juga menderita.
E. Penderitaan, Media massa, dan Seniman
Dalam kehidupan sekarang banyak terjadi penderitaan karena teknologi semakin hari semakin maju dan membuat manusia menderita. Media massa merupakan alat yang tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa penderitaan manusia secara cepat pada masyarakat. Tetapi pada seniman langsung bisa menghayati pada penderitaan yang terjadi.
F. Penderitaan dan Sebab-sebabnya
A) Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia :
• Perbuatan semena-mena kepada pembantu rumah tangga;
• Perbuatan buruk orang tua yang menganiaya anak;
• Perbuatan buruk pada pejabat zaman orde lama;
• Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungan : banjir dan tanah longsor, perbuatan lalai : gas beracun.
B) Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan :
• Seorang anak lelaki buta sejak dilahirkan;
• Nabi ayub mengalami siksaan Tuhan, tetapi sabar menerimanya;
• Tenggelamnya Fir’aun di laut Merah.
G. Pengaruh Penderitaan
Sikap penderitaan berupa sikap positif dan sikap negatif.
Sikap negatif yaitu penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri.
Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan. Sikap positif biasanya kreatif dan tidak mudah menyerah.
Apabila sikap negatif dan positif ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka para pembaca, para penonton akan memberikan penilaiannya.